• Jumat, 12 Agustus 2022

Program Merdeka Belajar di Buton Selatan Melestarikan Sastra Lisan Tambi

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 17:00 WIB
program merdeka belajar sastra lisan tambi di buton
program merdeka belajar sastra lisan tambi di buton

indorakyat.com - Untuk mendukung program merdeka belajar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (KBST) melestarikan sastra lisan tambi di Desa Lipu, Kadatua, Buton Selatan.

program merdeka belajar ini diharapkan seluruh lapisan masyarakat bisa menikmati dan bersama-sama menjiwai semangat pelestarian sastra lisan tambi. Pemkab Busel pun terus berupaya melestarikan kearifan lokal, termasuk tradisi tambi, agar lantunan tambi tidak hilang atau punah. 


Semoga dengan langkah program merdeka belajar ini kita dapat menghadirkan generasi baru yang dapat menutur bahasa dan sastra lisan tambi khususnya di daerah di Buton Selatan, ucap La Ode. Turut menyaksikan acara, Camat Kadatua; Kapolsek Kadatua; Komandan Pos Kadatua; dan para kepala desa, kepala sekolah, dan tokoh adat yang ada di Kecamatan Kadatua, Buton Selatan.

Baca Juga: Klarifikasi Menkominfo Terkait Kehebohan PSE, Johnny G. Plate Menjelaskan Ini Kepada Deddy Corbuzier


Pemkab Busel berkomitmen untuk terus mendukung dan mendorong kegiatan-kegiatan yang berfokus pada pengembangan dan pembinaan budaya, mulai dari tingkat lurah atau desa sampai ke tingkat nasional.

 

Selain itu, saya berharap agar Badan Bahasa melakukan kajian bahasa dan sastra yang ada di Buton Selatan sehingga dapat diketahui arti dan pesan-pesan yang disampaikan oleh para leluhur dan pendahulu,” lanjutnya.

 
Selanjutnya, Kepala KBST, Uniawati, mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Buton Selatan, khususnya masyarakat penutur sastra lisan tambi. Ia menyampaikan harapan agar pementasan ini bukanlah akhir, melainkan sebagai awal pelestarian budaya di wilayan Buton Selatan, khususnya di Kadatua.

Kegiatan ini dapat dijadikan percontohan sebagai salah satu bentuk pelestarian bahasa dan sastra daerah di Kadatua bagi sekolah maupun komunitas, tegasnya.

Baca Juga: Program Merdeka Belajar di Buton Selatan Melestarikan Sastra Lisan Tambi
 
Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan (Kapusbanglin) Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo mengatakan berdasarkan hasil pemetaan bahasa ditemukan fakta bahwa ada 718 bahasa daerah di seluruh Indonesia. Namun, tidak semua kondisinya aman.

Dari hasil kajian vitalitas kami, tidak semua kondisinya aman. Akan tetapi, ada kondisinya yang mengalami kemunduran, mengalami kepunahan, kritis, hampir punah, dan bahkan terdapat 11 bahasa yang punah, jelasnya.


 
Imam juga menyampaikan bahwa kebijakan Kemendikbudristek yang diluncurkan pada tanggal 22 Februari 2022, Merdeka Belajar Episode 17: Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah merupakan kebijakan yang harus dan terus dilaksanakan.

Termasuk juga yang kami dan kita laksanakan di Kecamatan Kadatua dengan mengambil salah satu warisan budaya kita berupa sastra lisan tambi, paparnya.

Baca Juga: Klarifikasi Menkominfo Terkait Kehebohan PSE, Johnny G. Plate Menjelaskan Ini Kepada Deddy Corbuzier
 
Oleh karena itu, Imam Utomo menekankan pentingnya partisipasi pemerintah daerah untuk menyukseskan upaya revitalisasi ini. “Sesungguhnya pemda mempunyai kewajiban dalam pelindungan, pengembangan, dan pelestarian bahasa dan sastra daerah sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014.

Halaman:

Editor: Slamet Hariadi

Tags

Terkini

Tidak Lagi jadi Pemalas

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:25 WIB

Kok Suka Bohong

Jumat, 12 Agustus 2022 | 08:55 WIB

Overthinking

Jumat, 12 Agustus 2022 | 08:20 WIB

Tips Mengatasi Anak Kecil Yang Tantrum

Jumat, 12 Agustus 2022 | 07:52 WIB

Berhentilah Terus Menyalahkan Diri Sendiri

Jumat, 12 Agustus 2022 | 07:32 WIB

Berhentilah Menyalahkan Orang Lain

Jumat, 12 Agustus 2022 | 07:08 WIB

Kiat Berhenti Suka Membuat Alasan

Kamis, 11 Agustus 2022 | 22:12 WIB
X